angan Stater, Bila Mobil Anda Terendam Banjir


( pribadi )
Jakarta kembali dilanda banjir, ribuan mobil akan terjebak bahkan tenggelam dalam kubangan air dan akhirnya hancur. Tentu saja mesin mobil tidak bisa dihidupkan, sayangnya hanya banyak orang yang malas atau mencoba menghidupkan mesin.

Karena akan ada hujan yang lebih deras dalam beberapa hari mendatang, waspadalah, kemungkinan ibu kota akan kebanjiran lagi, kemungkinan akan kebanjiran.

Jangan memaksa mesin mobil untuk hidup kembali. Jika dipaksakan juga akan terjadi water hammer , yaitu pukulan yang kuat di ruang bakar, yang dapat merusak mesin.

Misalnya batang yang bengkok, bahkan piston pun bisa patah.

Bahkan, banyak pengemudi yang panik melakukan hal seperti di atas ketika mesin mobilnya tiba-tiba berhenti setelah masuk ke genangan air.

Saat banjir tahun lalu, AstraWorld menemukan kasus mobil yang mesinnya rusak dan perlu diperbaiki .

Kasus di atas merupakan pengalaman berharga. Jika mobil mati setelah memecahkan genangan air, jangan memaksa mesin hidup.

Kami menyarankan untuk mengambil langkah-langkah sederhana namun aman seperti berikut ini:

1. Periksa filter udara untuk kelembaban atau perendaman air. Jika terlihat basah, lepaskan sementara.

2. Buka oil stick dan lihat apakah warnanya berubah menjadi coklat. Jika demikian, maka air telah dituangkan ke dalam oli mesin, maka tidak perlu menghidupkan mobil dan membawanya ke bengkel.

3. Buka semua busi untuk mengetahui apakah ada air di dalam silinder. Untuk mengeringkannya, Anda bisa mengulangnya berulang kali hingga tidak ada lagi air yang keluar dari lubang busi.

4. Keringkan sistem pengapian dengan kain atau tisu. Misalnya kabel busi, busi atau tutup distributor (bagi yang masih menggunakan distributor seperti Toyota Starlet atau Kijang tahun 2003, Daihatsu Taruna dll).

5. Setelah langkah-langkah ini, pasang kembali wax dan komponen yang telah dibersihkan sebelumnya. Kemudian coba nyalakan mesin dengan starter.

Mobil harus bisa hidup seperti semula dan terhindar dari resiko kerusakan. Sebab, kerusakan mesin seperti kasus di atas sebenarnya disebabkan oleh water hammer , yang terjadi ketika air terhisap melalui filter udara kemudian masuk dan mengalir ke dalam silinder mesin.

Silinder mesin adalah tempat tekanan bahan bakar dan udara menumpuk saat mesin dihidupkan.

Masalah muncul saat air merembes melalui filter udara. Karena air tidak gosong saat ditekan.

Tidak hanya menyebabkan pembakaran, perbedaan tekanan air secara teknis jauh lebih besar daripada bahan bakar.

Tekanan ini menyebabkan batang piston bengkok dan piston juga patah. Jadi jangan paksa start jika mesin mati setelah menerjang genangan air. [O1:

http://inilah.com/berita/2008/02/02/10353/jangan-stater-bila-mobil-anda-terendam-banjir/

0 Response to "angan Stater, Bila Mobil Anda Terendam Banjir"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel